Setiap memasuki tahun baru Islam, kita hendaknya memiliki semangat
baru untuk merancang dan melaksanakan hidup ini secara lebih baik.
''Saudaraku, aku adalah penduduk Madinah yang kaya raya.'' Kalimat itu
diucapkan seorang sahabat Rasulullah, Sa'ad bin Rabi, kepada sahabat
lainnya, Abdurrahman bin 'Auf. Sa'ad tak bermaksud pamer dan sombong,
tapi hendak meyakinkan Abdurrahman agar mau menerima tawarannya.
''Silakan pilih separuh hartaku dan ambillah,'' tegas Sa'ad. Tidak
hanya itu, Sa'ad menambah penawarannya. ''Aku pun mempunyai dua orang
istri, coba perhatikan yang lebih menarik perhatian Anda, akan
kuceraikan ia hingga Anda dapat memperistrinya.'' Abdurrahman menolak
halus tawaran tulus nan menggiurkan itu. Malah ia minta ditunjukkan
letak pasar. Ia menolak ikan, tapi mau kail agar bisa memancing sendiri.
''Semoga Allah memberkati Anda, istri, dan harta Anda. Tunjukkanlah
letak pasar agar aku dapat berniaga.'' jawabnya. Rekaman peristiwa dan
dialog antara Sa'ad dan Abdurrahman itu, sebagaimana diriwayatkan Anas
bin Malik, terjadi saat Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin
dan Anshar di Madinah. Sa'ad adalah penduduk Madinah, sedangkan
Abdurrahman termasuk kaum Muhajirin. Sa'ad bukan satu-satunya kaum
Anshar yang menjadi penolong kaum Muhajirin.
Dengan semangat persaudaraan Islam, saat umat Islam Makkah hijrah ke
Madinah bersama Rasulullah, umat Islam Madinah dengan suka-cita
menyambut kaum pendatang, memberi bantuan, dan bersama-sama membangun
negeri Islam Madinah. Keindahan ukhuwah Islamiyah kaum Muslimin generasi
awal itu, antara Anshar dan Muhajirin, seakan tampak di pelupuk mata
ketika kita memasuki Tahun Baru Islam 1435 Hijriyah, hari selasa kemarin
(5 november 2013 M )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar